Amas Tadjuddin : Dewan Jaman Now Harus Aspiratif, Dukungan Masyarakat Kongkrit

Amas Tadjuddin dan Hj Ade Yulie, SH, MKN, narasumber Jaring Aspirasi

Beritatransparansi.com. Serang – Demikian dikatakan Amas Tadjuddin selaku narasumber dihadapan ratusan peserta jaring aspirasi yang diselenggarakan oleh Sekretariat DPRD Banten berlangsung hari ini Sabtu (18/11) di Gedung utama Ponpes Almubarok Kota Serang.

“dewan jaman now harus aspiratif dalam rangka membangun tata kelola kehidupan masyarakat yang lebih baik, sehingga masyarakat pun pastinya memberikan dukungan lebih kongkrit dan meluas” ujar Amas Tadjuddin dihadapan para ulama, tokoh pesantren, pemuda, mahasiswa dan penggiat berbagai profesi se Kota Serang yang juga dihadiri oleh Hj Ade Yulie, SH, MKN, anggota komisi V DPRD Provinsi Banten dari Fraksi PPP.

Selanjutnya Amas Tadjuddin yang juga Sekretaris Umum MUI Kota Serang menekankan pentingnya anggota dewan selaku wakil rakyat sesuai konstitusi dirasakan hadir ditengah tengah masyarakat untuk menjaring aspirasi warga dan ditindak lanjutinya dalam bentuk pembangunan untuk kesejahteraan bukan justru hadir melakukan penggusuran, dewan berkewajiban mendorong dan memperluas kesempatan usaha ekonomi dan lapangan pekerjaan masyarakat bukan malah mempersempit, dewan senantiasa hadir mengawasi jalanya pemerintahan bukan malah diawasi dan dikejar kejar aparat pemerintah.

Peserta Jaring Aspirasi

“sekarang kan faktanya banyak dewan yang dikejar kejar sampe nabrak tiang listrik segala, sangat memprihatinkan” seloroh Amas.

Banten sebagai provinsi yang dibanggakan karena terkenal memiliki “segudang” kearifan lokal dan religius, ini harus mendapat perhatian lebih serius dan harus mampu melahirkan sumberdaya ulama mendunia seperti Syeikh Nawawi Al Bantani, caranya tentu anggota dewan wajib mensuport pembangunan pondok pesantren dalam berbagai bentuknya.

“ironinya Banten selalu identik dengan ulama, tapi jika anggota dewan dan pemerintahanya tidak peduli kepada ulama, guru ngaji, dan pondok pesantren, itu hanyalah jualan politik lima tahunan belaka” tegas Amas Tadjuddin yang disambut hangat oleh peserta jaring aspirasi.

Pada bagian lain Amas Tadjuddin yang juga komisioner keterbukaan informasi publik Provinsi Banten (2007-2011) menyatakan bahwa kunci keberhasilan program pembangunan diantaranya adanya keterbukaan informasi sejak perencanaan sudah diketahui oleh publik, termasuk rencana program dewan apakah sudah transfaran sesuai aspirasi masyarakat.

Amas Tadjuddin (narasumber), Hj Ade Yulie (DPRD banten), H Toton (Kesra)

“sehingga masyarakat jaman now dapat mengetahui siapa saja dewan yang aspiratif untuk didukung dan dipilih kembali, maka kegiatan jaring aspirasi inilah merupakan momentum penting untuk kepentingan itu” pungkasnya.

Hj Ade Yulie menanggapi aspirasi peserta dan statmen Amas Tadjuddin di atas mengatakan bahwa sudah merupakan kewajiban dewan untuk mengetahui lebih dekat apa yang diinginkan para ulama dan seluruh komponen masyarakat terutama Kota Serang

“saya selaku dewan mewakili daerah pemilihan Kota Serang wajib turun ke lapangan, dan mohon para kiyai untuk memberikan masukan saran dan pendapat, bagaimana sebaiknya, saya terbuka 24 jam untuk menampung aspirasi warga, apalagi soal pondok pesantren” terang Wanita cantik dari Fraksi PPP ini.

“kami tidak minta picis, yang kami inginkan jalan bagus, pesantren bagus, usaha lancar, tidak ada tempat maksiat, hukum ditegakan, narkoba dihentikan, tenaga kerja cina distop, jalan akses diseputar KP3B tidak tertutup dan kumuh, itu saja” demikian disampaikan salah satu peserta yang tidak mau disebutkan namanya, warga yang berasal dari kecamatan Curug, diamini oleh peserta lainya. (*)

Tag: