Amas Tadjuddin : “Warga NU Banten Jangan Terprovokasi”

SERANG – Menanggapi isu warga Banten akan “menduduki” Lampung, akibat pidato Bupati Lampung Selatan Dr H Zainudin Hasan dalam rangkaian acara peringatan hari santri nasional yang dianggap menyampaikan ujaran kebencian kepada Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siroj, memicu kontroversi dan silang pendapat hingga para pihak yang merasa keberatan atas isi pidato bupati tersebut memilih jalur hukum dengan cara melaporkan keberatanya kepada kepolisian.

Amas Tadjuddin wakil katib PWNU Banten (2016) memandang terdapat suatu pelajaran sangat berharga untuk direnungkan berlaku bagi siapapun, yang pada intinya agar tidak mudah mencaci (hina) orang yang tidak sepaham, atau menuduh rendah orang yang tidak sependapat, atau merasa hanya dirinya sendiri yang paling benar dan selalu orang lain itu yang salah, inilah momentum penting dalam rangka menatap masa depan yang lebih baik dan kompak, sejatinya semua pihak tidak gampang melupakan karena dibalik itu mungkin saja terdapat hikmah yang boleh jadi merupakan teguran bagi semua pihak.

Selanjutnya Amas Tadjuddin yang juga Ketua Pembina IKA PMII Banten (2017) meyakini bahwa para ulama memiliki bathin yang suci, ikhlas, peka, dan kuat dapat memaafkan salah dan kelirunya orang (umat) yang tidak faham (tersesat jalan dan fikiran) bahkan disengaja sekalipun kesalahan itu pastilah kearifan ulama tidak diragukan lagi akan mampu dan logowo memaafkanya, apalagi jika didahului oleh permintaan maaf bupati kepada Ketua Umum PBNU dan masyarakat Lampung.

Pun demikian lanjut Amas, Bupati Lampung Selatan yang kini resmi dilaporkan kepada kepolisian akibat ucapanya tentu dapat diselesaikan oleh masyarakat (NU) Lampung sendiri tidak perlu intervensi dan atau “mengundang” (membuka peluang) pihak luar. Solusinya adalah biarkan jalan damai nan sejuk atau pun jalur hukum yang ditempuh diselesaikan oleh para ulama dan masyarakat setempat.

Amas menghimbau warga NU Banten tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu isu sensitip di luar Banten. (bt)