Gereja Bethel Menolak Kesepakatan Rapat

Beritatransparansi.com, Serang (08/3), Rapat TIM TERPADU PENANGANAN KONFLIK tingkat Kota Serang bertempat di ruang kerja Wali Kota Serang dimulai sejak pkl 10.00-21.30 dilakukan secara maraton dengan berbagai pihak diantaranya rapat digelar pkl 15.30 dengan FKUB Kota Serang,  MUI Kota Serang, dan Pihak Gereja yang diwakili oleh Albert H Pandiangan selaku Gembala Jemaat.

 

Rapat dimoderatori oleh Kapolres Serang Kota membahas tentang permasalahan Perizinan Pembangunan Gereja Bethel Indonesia yang berlokasi di Jln Veteran nomor 5/158 Kota Serang.

 

Sebagaimana diketahui, Amas Tadjuddin memaparkan bahwa saat ini pihak gereja bethel sedang melaksanakan kegiatan pembangunan dengan konstruksi kedalaman 20 (dua puluh) meter ke bawah tanah untuk tiang pancang, nampak 6 (enam) lantai ke atas konstruksi baja dari yang sudah ada, dan 7 (tujuh) meter ke depan. Sepesipikasi tersebut tertuang dalam IMB yang ditanda tangani oleh Mamat Hambali selaku Kepala BPTPM kota Serang, dan tentu saja akal sehat siapapun sulit menerima hal tersebut dinyatakan renovasi melainkan pembangunan baru dan merupakan persiapan menuju SERANG KOTA GEREJA mengganti simbol Kota SERANG MADANI

 

Persoalan kemudian muncul adanya keresahan dikalangan masyarakat Kota Serang Pandeglang Cilegon Lebak, diantaranya protes dari FKUB Kota Serang sebagaimana disampaikan Amas Tadjuddin bahwa ada kejanggalan prosedur penerbitan IMB dari BPTPM Kota Serang sebagai dasar pembangunan gereja tersebut.

 

Kejanggalan prosedur dimaksud lanjut Amas diantaranya IMB terbit tanpa terlebih dahulu memperhatikan rekomendasi tertulis dari Kementrian Agama dan FKUB sebagaimana diatur dalam pasal 14 PBM nomor 9 dan 8 tahun 2006.

 

Padahal FKUB kata Amas yang juga Sekretaris Umum MUI Kota Serang sudah mengeluarkan surat berisi penolakan rencana pembangunan gereja tersebut tertanggal 19 Januari 2015.

 

Amas Tadjuddin menyatakan bahwa Rapat TIM TERPADU PENANGANAN KONFLIK yang dipimpin Wali Kota Gagal menyepakati poin-poin penting dan strategis untuk menjaga kondusifitas dan ketertiban umum dipicu oleh karena PIHAK GEREJA BETHEL YAITU PENDETA ALBERT H PANDIAGAN menolak keputusan apapun dalam rapat tersebut yang membahas pokok pokok persoalan diantaranya tentang pencabutan IMB, pengembalian bentuk gedung gereja ke bentuk asalnya dan tidak ada penambahan gedung apapun dalam berbagai bentuknya.

 

FKUB Kota Serang, kata Amas, mendukung perintah Wali Kota Serang kepada pihak Gereja Bethel untuk menghentikan sementara pembangunan gereja dimaksud.

 

Pada bagian lain, FKUB Kota Serang mendesak dan meminta kepada Bapak Wali Kota Serang sesuai kewenanganya untuk segera MENCABUT IMB NOMOR 640/06471/XI/IMB/BPTPM/2014 tentang pembangunan Gereja Bethel tersebut sebelum situasi keamanan dan gangguan kerukunan umat beragama meluas apalagi sampe terjadi kerusuhan di Kota Serang karena proses penerbitan IMB tersebut dianggap non prosedural dan melukai perasaan umat Islam yang sudah sangat toleran.

 

Rapat dihadiri oleh Tb Haerul Jaman (Wali Kota Serang), AKBP Komarudin (Kapolres Serang Kota), Letkol TNI Oki Andriansyah (Kodim Serang), Tb H Urip Henus (Sekot), H Maskurdi (Kepala Kesbangpol), Drs H Suaidi MSi (Kemenag Kota Serang), Dr H Asnawi Sarbini (Ketua FKUB), KH Mahmudi (Ketua Umum MUI), pdt Albert H Pandiangan SH (Gereja Bethel), Pdt Andronikus Ramidjan, Pdt Sanjaya, H Samsul Maarif (FSPP), H Sakhrudin/FKUB, Hj E Hafadzoh dan Amas Tadjuddin.

 

Pada bagian lain FKUB Kota Serang menghimbau masyarakat Kota Serang untuk tetap tenang menjaga kondusifitas dan kerukunan umat beragama di Kota Serang, serta tidak terhasut oleh siapapun berkaitan dengan proses penghentian pengerjaan pembangunan gereja dimaksud dan menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah kota Serang dan aparat penegak hukum sesuai prosedur hukum dan perundang undangan yang berlaku

 

Menghimbau kepada para pendeta dan umat kristiani di Kota Serang untuk secara sadar jangan memicu dan memprovokasi umat islam dengan berbagai cara seperti ditunjukan oleh pendeta Albert H Pandiangan gembala jemaat gereja betel yang kekeh menolak kesepakatan untuk menjaga perdamaian di Kota Serang dalam rapat yang digelar hari Rabu 08 Maret 2017. (bt)

Beri rating artikel ini!