Ratusan Buruh Kepung Kantor Walikota Cilegon

Beritatransparansi.com, Cilegon – Ratusan buruh yang berasal dari delapan serikat melakukan aksi unjuk rasa di ruas jalan Jenderal Sudirman, antara Kantor Walikota dan Gedung DPRD Cilegon, Selasa (4/4/2017) pagi.

 

dua tuntutan yang dilayangkan yakni mempidanakan pengusaha yang melakukan union busting atau pemberhangusan serikat kerja dan menjalankan Upah Minim Sektoral Kerja (UMSK) dan mempidanakan pengusaha yang tak menjalankan UMSK.

 

“Kami meminta penjelasan dari pemerintah dan DPRD serta menindaklanjuti adanya upaya-upaya union busting. Mereka tidak nyaman dengan serikat yang terus memperjuangkan hak-haknya,” ujar Ketua DPC Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (FSPKEP) Kota Cilegon, Johan Wahyudi dalam orasinya.

 

Seperti dilansir bantennews.co.id, buruh yang mengatasnamakan Forum Komunikasi SP SB itu juga menyesalkan kabar adanya upaya peninjauan terhadap Undang Undang 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terkait dengan pesangon.

 

“Ada pesangon saja kita dikebiri, apalagi tidak dikebiri. Bila tidak ada ada keputusan dan tindakan atas tuntutan buruh, besok kita kepung yang namanya kota Cilegon, kita lumpuhkan perekonomian kota Cilegon,” tegasnya.

 

Sementara itu Ketua Federasi Serikat Pekerja Baja Cilegon (FSPBC) Safrudin mendesak adanya pemberlakuan UMSK oleh pengusaha dan perusahaan terhadap buruh. “UMSK jelas diatur oleh Undang Undang, maka ketika itu tidak dilaksanakan, jelas terjadi pelanggaran disini. Kami menuntut pidana bagi pelanggarnya,” katanya. (bt/bantennews.co.id)

Beri rating artikel ini!